Apartemen Majestic Point Serpong Serah Terima ke Pembeli Agustus 2020

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) menargetkan serah terima unit proyek apartemen Majestic Point Serpong (MPS) kepada para pembeli pada bulan Agustus 2020.

Apartemen yang berlokasi di jalan raya Karawaci-Legok, tidak jauh dari kawasan Gading Serpong, Tangerang, ini dibangun sebanyak dua tower dengan total unit apartemen yang dipasarkan sebanyak 950 unit.

Masing-masing adalah Tower Lucia sebanyak 350 unit dan tower B sebanyak 600 unit dengan 3 tipe unit yang dipasarkan, yakni tipe studio dengan luas 29 m2, tipe 1 kamar tidur dan tipe 2 kamar tidur dengan luas 65 m2.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 590 juta untuk tipe studio hingga Rp 1,2 miliar untuk tipe 2 kamar tidur.

Direktur Utama Prioritas Land Marcellus Chandra menyatakan, pembangunan konstruksi fisik apartemen ini sempat tertunda selama setahun. Atas kesepakatan dengan para pembeli, proyek ini kemudian diteruskan.

Apartemen Majestic Point Serpong 32

Unit apartemen tipe 2 kamar tidur di project Apartemen Majestic Point Serpong di Jalan Raya Karawaci-Legok, Tangerang, Selasa, 3 Maret 2020.

"Kondisi apartemen lagi lesu. Pembangunannya terlambat karena ada gugatan dari konsumen," ujarnya.

"Dari persidangan, kita ada perdamaian dengan konsumen dan 97 persen setuju menyelesaikan project ini. Kita nego dengan Bank MNC dan setuju untuk memberikan support pembiayaan ke kita," jelas Marcellus Chandra, Selasa, 3 Maret 2020.

Proyek apartemen Majestic Point Serpong (MPS) dibangun dengan konsep Campus Residence dengan menyasar pembeli utama kalangan mahasiswa dengan nilai investasi Rp 400 miliar dengan dukungan pendanaan dari MNC Bank. 

Lantai 19A tower apartemen ini dibuat dengan konsep sky garden dan menghadirkan area working space.

Apartemen ini memiliki nilai plus untuk investasi jangka panjang dengan telah bergabungnya Universitas Esa Unggul di lingkungan apartemen ini.

Fransiskus Adikarya S.Kom MMSi, Direktur Kampus Internasional Universitas Esa Unggul mengatakan, di kampus ini pihaknya membuka kelas internasional dan kelas dual degree.

Mahasiswa akan menjalani kuliah di sini selama dua tahun dan dua tahun berikutnya di luar negeri. "Target kita bisa mendapatkan 600 mahasiswa di kampus ini dari total 100 mahasiswa yang saat ini belajar di sini," kata Adikarya.   

Marcellus menjelaskan, dari pemasaran yang telah dilakukan saat ini tersisa 160 unit apartemen yang belum terjual. Jika unit tersisa ini telah sold out pihaknya memproyeksikan bisa meraih pendapatan tambahan Rp 180 miliar.

Saat ini progres konstruksi tower I mencapai 100 persen dan saat ini dalam tahap finishing termasuk penggarapan fasilitas kolam renang dengan target serah terima ke konsumen bulan Mei 2020.

Sementara, progres pembangunan tower II mencapai 80 persen dengan target serah terima bulan Agustus 2020.

Selain ada kampus Esa Unggul, di kompleks apartemen ini Prioritas Land juga memasarkan kios dan ruko di lantai 1 dan SOHO (small office home office) di lantai 2.

Dari 10 unit ruko yang dipasarkan saat ini tersisa sekitar unit dengan harga jual ruko Rp 3 miliar per unitnya.